Jakarta, Kemendikud --- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meyakini bahwa perguruan tinggi memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul di Indonesia. Menurutnya, setelah meraih gelar sarjana, para lulusan S-1 akan langsung menghadapi tantangan di dunia kerja. "Maka inilah saatnya kita tingkatkan kualitas lulusan S-1 kita," ajak Mendikbud Nadiem Anwar Makarim saat menjelaskan tentang kebijakan "Merdeka Belajar:Kampus Merdeka" di Auditorium Dikti, Gedung D Lantai 2, Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (24/1/2019).

Mendikbud mengatakan, sebagai ujung tombak penyiapan SDM, sudah semestinya perguruan tinggi terus bergerak dan berbenah dalam memperkuat bekal para sarjana di Indonesia sesuai dengan perkembangan zaman "Perguruan tinggi harus lebih cepat berinovasi dibandingkan jalur pendidikan lainnya karena harus adaptif dan berubah dengan lincah menyesuaikan dengan kebutuhan di dunia kerja," tutur Nadiem.

Dikatakan Mendikbud, inovasi dalam pembelajaran dan pengabdian masyarakat adalah tujuan utama pendidikan tinggi. Inovasi hanya bisa terjadi di dalam suatu ekosistem yang tidak dibatasi. "Solusinya adalah kita dukung kolaborasi antara universitas dengan berbagai pihak di luar kampus untuk menciptakan prodi-prodi baru. Melalui kebijakan ini, perguruan tinggi yang memiliki akreditasi A dan B dapat mengajukan prodi baru jika ada kerja sama dengan organisasi dan/atau QS top 100 World Universities," tutur Mendikbud. "Artinya untuk perguruan tinggi dengan akreditasi A dan B tidak perlu lagi melalui perizinan prodi di kementerian, asal mereka bisa membuktikan telah melakukan kerja sama dengan perusahaan kelas dunia, organisasi nirlaba seperti PBB, Bank Dunia, USAID, BUMN, BUMD, Top 100 World Universities berdasarkan QS ranking," tambah Nadiem.

Sebagai catatan, prodi baru yang diusulkan tersebut bukan di bidang kesehatan, dalam hal ini pendidikan kedokteran, farmasi, kebidanan, kesehatan masyarakat, dan jurusan-jurusan kesehatan lainnya. Ditambahkan Mendikbud, kebijakan pemberian otonomi untuk membuka prodi baru ini sebagai upaya untuk menyediakan kurikulum yang lebih prioritas untuk dikuasai oleh mahasiswa Indonesia. "Kita dorong upaya link and match antara bekal keilmuan mahasiswa dengan kebutuhan industri sehingga lebih bisa bersaing di panggung dunia," ucapnya.

 

Antusiasme Perguruan Tinggi

Menyambut arahan Mendikbud, Rektor Universitas Halu Oleo, Muhammad Zamrun, optimistis pihaknya dapat menjalankan kebijakan tersebut. Dengan kebijakan baru Kampus Merdeka ini, maka perguruan tinggi diberi keleluasaan untuk bekerjasama dengan NGO (Non Government Organization) dan perusahaan. "Dalam waktu dekat kami akan menyusun program kerja. Melalui kerja sama dengan pihak ketiga, universitas lebih mudah membuka prodi baru,” tutur Zamrun.

Senada dengan itu, Dekan Seni Rupa Intitut Kesenian Jakarta (IKJ), Indah Tjahtjawulan menyatakan antusiasmenya. Kampusnya akan lebih mudah membuka prodi yang sesuai dengan kebutuhan industri. “Selama ini pembukaan prodi baru memakan waktu dalam aspek administratif seperti pengumpulan dokumen, padahal pembukaan prodi baru di universitas kami sifatnya juga mendesak menyesuaikan dengan kebutuhan industri,” ungkap Indah. Indah mengakui adanya tantangan yang cukup besar dalam menjalin kemitraan tersebut. “Membuat kesepakatan yang tepat dan cocok dalam jangka panjang dengan pihak ketiga adalah tugas yang harus segera diselesaikan,” kata Indah.

Gotong royong Majukan Pendidikan Tinggi

Mendikbud Nadiem menjelaskan bahwa kerja sama perguruan tinggi dengan organisasi harus mencakup penyusunan kurikulum, praktik kerja, dan penyerapan lapangan kerja. Kementerian akan bekerja sama dengan perguruan tinggi dan mitra prodi untuk melakukan pengawasan. Jika bisa dibuktikan ada kerja sama yang nyata dan riil antara kedua belah pihak, prodi baru tersebut otomatis akan mendapatkan akreditasi C dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan Mendikbud dapat menumbuhkembangkan semangat dan kepedulian seluruh civitas akademik dan dunia industri untuk maju bersama membangun kualitas SDM Indonesia. "Lulusan S-1 yang berkualitas adalah hasil gotong royong seluruh aspek bukan hanya perguruan tinggi yang bertanggung jawab, melainkan perusahaan juga terlibat dalam kurikulum, magang, dan rekrutmen," tutur Mendikbud. "Saya berharap setelah ini akan terbuka pertemuan antara para rektor, dekan, dosen, dan industri untuk membicarakan teknis program yang akan dilakukan untuk menjalankan kebijakan kampus merdeka ini," tambahnya. (*)

 

Sumber : https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/01/mendikbud-perguruan-tinggi-harus-lebih-inovatif-adaptif-dan-lincah-menyesuaikan-dengan-kebutuhan-d

 

Pada tanggal 12 Desember 2015, bertempat di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Musamus Merauke, diadakan acara Wisuda Angkatan VI gelombang I. Jumlah lulusan yang diwisuda sebanyak 228 wisudawan / wisudawati yang terdiri dari :

  1. Fakultas Teknik sebanyak 64 orang
  2. Fakultas Ekonomi sebanyak 55 orang
  3. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebanyak 21 orang
  4. Fakultas Pertanian sebanyak 18 orang
  5. Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 70 orang 

WisudaVI G1 1b      

     Dalam acara wisuda ini, Dr. Samel W. Ririhena, M.Si memberikan orasi ilmiah yang berjudul “Teori Agensi Dalam Pemerintahan Daerah”. Kemudian dibacakan SK kelulusan dan penyerahan ijazah kepada wisudawan dan wisudawati.

WisudaVI G1 2b

     Dalam pidato sambutannya , Rektor Universitas Musamus, Dr. Philipus Betaubun, S.T., M.T memberikan ucapan selamat kepada wisudawan / wisudawati, dan juga kepada keluarga wisudawan / wisudawati baik yang hadir maupun yang tidak berkesempatan hadir dalam acara wisuda. Di samping itu, Rektor menyampaikan pesan kepada wisudawan / wisudawati agar selalu meningkatkan kompetensi diri, terutama menghadapi ketatnya persaingan pasar bebas dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang merupakan bentuk integrasi ekonomi ASEAN, kreatif dan inovatif sehingga dapat membuka/menciptakan lapangan kerja baru, ikut mendukung program pemerintah daerah untuk membangun dari kampung ke kota dan peningkatan pemberdayaan masyarakat pedesaan, serta sebagai alumni tetap mendukung almamater dalam upaya pengembangan kelembagaan Unmus.

WisudaVI G1 3b

Fakultas teknik merupakan fakultas tertua yang ada di Universitas Musamus akan segera meluncurkan website resmi...

Page 2 of 2

Fatek Unmus