6 Prodi fakultas teknik

NO NAMA PRODI STATUS
1 T. SIPIL AKREDITASI B
2 T.MESIN AKREDITASI B
3 T.ELEKTRO AKREDITASI B
4 T.INFORMATIKA AKREDITASI C
5 SISTEM INFORMASI AKREDITASI B
6 T. ARSITEKTUR AKREDITASI B

Puncak acara Dies Natalis Universitas Musamus ke V dengan tema “To be Funtastic With Our Culture” dilaksanakanpada tanggal 19 November 2015. Kegiatan dipusatkan di halaman kampus Unmus disamping gazebo utama. Acaradibuka dengan doa syukur atas rahmat dan anugerah yang diberikan oleh Sang Kuasa, sehingga Unmus sudah hadir di Tanah Anim-ha dan akan terus berkarya memajukan pendidikan di Selatan Papua.

Selanjutnya dilakukan pelepasan balon oleh Rektor Universitas Musamus, Dr. Philipus Betaubun, S.T, MT, didampingipara tamu undangan yang hadir. Para tamu undangan yang hadir adalah dari stakeholder / mitra Unmus. Pelepasanbalon sendiri memiliki makna pengharapan akan cita-cita yang sangat tinggi dan harus dicapai dengan usaha sepertibalon yang terbang tinggi jauh bersama angin.

Dalam sambutannya mengawali puncak peringatan dies natalis Universitas Musamus ke V, Dr. PhilipusBetaubun, S.T, MT, berharap Unmus yang sudah hadir di Merauke ini dapat menjadi lembaga pendidikan tinggi yang lebih baik lagi kedepan dalam mencetak sumber daya manusia yang handal mengelola sumber daya alamnya. Selanjutnya, beliaupun berharap akan adanya perbaikan dalam bebagai hal di Universitas Musamus ini.

c_200_200_16777215_00_images_HutUnmuske5small.png

Peringatan Dies Natalis Unmus ke V dimeriahkan dengan mengadakan panggung hiburan yang dimeriahkan dengan penampilan mahasiswa - mahasiswi Universitas Musamus berupa pentas budaya Nusantara yang menampilkantari-tarian dari daerah - daerah di Indonesia, diantaranya Papua, Sunda, Nusa Tenggara Timur, Ambon, dan masih banyaklagi. Puncak acara ini juga dihadiri oleh seorang motivator muda, Agung Widodo, yang membekali para hadirin dengan percaya akan kekuatan kita kalau kita bisa asalkan kita mau berusaha. Selain itu BEM Universitas Musamusjuga mendatangkan comica stand up comedy dari Merauke, Surabaya dan Jakarta. Comica yang hadir untukmenghibur malam itu adalah bung Toki (Thomas Kimko) dari Merauke dan Abdur serta Fico yang merupakan comicadari Surabaya dan Jakarta. 

c_200_200_16777215_00_images_HutUnmusKe5_2.png

c_200_200_16777215_00_images_HutUnmusKe5_3.png

 

 

 

Pada acara ini juga dilaksanakan pembagian piala dan uang pembinaan terhadap beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya yaitu bidang olahraga seperti pertandingan bulu tangkis, bola volley, futsal dan lainnya. Selain pertandingan-pertandingan dalam bidang olahraga yang diadakan untuk memeriahkan dies natalis Unmus ke V, diadakan pula kegiatan Pameran Pendidikandan Bazar yang dibuka oleh Wakil Rektor III Universitas Musamus, Dr. Maria V.IHerdjiono, S.E, M.Si., pada tanggal 17 November 2015Ada pun tujuan dari pameran ini adalah menunjukkan hasil karya mahasiswa dan dosen sesuai bidang ilmu dan memberikan informasi kepada pengunjung tentang jurusan-jurusan di Unmus.

c_200_200_16777215_00_images_HutUnmusKe5_4.png

Merauke, 01/10/15. Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK MIGAS – Kontraktor Kelompok Kerja Satuan (KKKS) memberikan Kuliah Umum dan Pengenalan Industri Hulu Migas yang dilaksanakan di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa dengan dihadiri oleh 200 mahasiswa Fakultas Teknik semester akhir serta para Dosen Fakultas Teknik Universitas Musamus. Materi kuliah umum diberikan oleh Samuk Franklyn Wopari Konyorah selaku perwakilan Kepala SKK Migas Perwakilan Papua dan Maluku. Pada kuliah umum tersebut diberikan Pengenalan Industri Hulu Migas di Indonesia, Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Migas, pemutaran video dengan judul Health, Safety, Environment (HSE). HSE merupakan salah satu bagian dari manajemen sebuah perusahaan, ada manejemen keuangan, manajemen SDM, dan juga ada manajemen HSE. Dilanjutkan dengan Tanya jawab oleh mahasiswa – mahasiswi Unmus.

 

 kegiatan1

 

Dekan Fakultas Teknik , FX. Manggau S.T., M.T., dalam kata sambutannya mengatakan bahwa kuliah umum SKK MIGAS-KKKS Goes to Campus bertujuan menambah wawasan khususnya bagi mahasiswa Fakultas Teknik dalam bisnis minyak dan gas di Indonesia. Selain itu, bagi para dosen diharapkan dapat memperoleh peluang dalam bidang penelitian terutama yang berkaitan dengan eksplorasi migas. Diharapkan pula kedepannya, akan ada pengembangan kerjasama yang berkaitan dengan mata kuliah Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja (K3) misalnya dengan dosen tamu dari SKK MIGAS, rekruitmen tenaga kerja teknik dan lainnya.

 

 kegiatan2

 

Dalam kuliah umum tersebut, Samuk Franklyn Wopari Konyorah menjelaskan bahwa kuliah umum SKK MIGAS-KKKS Goes to Campus merupakan program kegiatan rutin dari SKK Migas yang telah dilaksanakan sejak tahun 2006 dan untuk kedua kalinya telah diselenggarakan di Universitas Musamus Merauke. Selain dalam materi kuliah umum dijelaskan pula bahwa SKK Migas membutuhkan engineers yang diharapkan dapat diminati oleh mahasiswa.

 

 kegiatan3

 

Pada akhir kuliah umum, Samuk Franklyn Wopari Konyorah menyerahkan plakat “BPManagement Appreciation for Maria Serafina G. Kambun as participant for Papuan students go to IPA 2015, Jakarta 20 - 22 May 2015” serta 3 (tiga) buah buku yang berjudul “MEREKA YANG BERPELUH, Kisah Para Pekerja Lapangan Minyak”. (Humas Unmus)

Jakarta, Kemendikbud – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan kebijakan Merdeka Belajar bagi pendidikan tinggi yang bertajuk "Kampus Merdeka". Salah satu kebijakan yang diatur adalah mengenai akreditasi perguruan tinggi (PT). Akreditasi PT yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) akan diperbaharui secara otomatis setiap lima tahun. Selain itu, perguruan tinggi yang terakreditasi B atau C dapat mengajukan kenaikan akreditasi kapanpun secara sukarela. “Sekarang re-akreditasi sifatnya sukarela, artinya bagi yang siap naik akreditasi, misalnya dari akreditasi B ke A maka dia yang akan diprioritaskan, jadi sifatnya adalah sukarela," disampaikan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dalam rapat koordinasi kebijakan pendidikan tinggi (Dikti) di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Perubahan kebijakan lainnya dalam akreditasi adalah adalah pemberian akreditasi A bagi prodi yang mendapatkan akreditasi internasional yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri (Kepmen). Menurut Nadiem, bagi prodi-prodi yang mendapatkan akreditasi internasional akan secara otomatis mendapatkan akreditasi A dari pemerintah dan tidak harus mengikuti proses lagi di tingkat nasional.

 

Apresiasi Pengelola Perguruan Tinggi

Perubahan kebijakan akreditasi ini mendapatkan perhatian dari para pelaku pendidikan tinggi. Agustinus Prasetyantoko, Rektor Universitas Atma Jaya Jakarta, sangat mendukung kebijakan re-akreditasi ini. "Bagi saya, soal akreditasi ini menjadi sangat penting karena beban administrasi menjadi berkurang signifikan, sehingga kesempatan energi dan waktu lebih banyak meningkatkan mutu yang berimbas pada mahasiswa," ujar pria berkacamata ini kepada Mendikbud.

Senada dengan itu, Suriel S. Mofu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, mengapresiasi kebijakan yang dinilainya luar biasa ini. Menurutnya, kebijakan re-akreditasi ini menjadi satu langkah maju yang akan membuat perubahan besar dalam pendidikan tinggi di Indonesia. "Perguruan tinggi tidak akan bergantung pada Pemerintah, artinya kualitas saya bukan ditentukan Pemerintah karena akreditasinya, tetapi kualitas saya karena memang you can trust the practice of our quality, quality is our identity," kata Suriel dengan penuh optimistis. Sebelumnya, Mendikbud menjelaskan latar belakang penyesuaian kebijakan akreditasi perguruan tinggi ini dijalankan. “Saat ini saya rasa para dosen dan rektor di sini mengetahui bahwa proses dan persyaratan akreditasi itu suatu beban yang cukup besar, karena semua dilakukan manual," ungkapnya.

Setidaknya terdapat tiga isu dalam sistem akreditasi perguruan tinggi, salah satunya adalah bersifat manual. Hal itu menjadikan beban administrasi bagi dosen dan rektor, sehingga keluar dari fokus utamanya yaitu meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam universitasnya. Kedua, akreditasi bersifat cukup diskriminatif karena banyak sekali yang benar-benar membutuhkan akreditasi namun tidak mendapatkannya, sedangkan yang tidak mau diakreditasi atau tidak merasa perlu tapi dipaksakan untuk re-akreditasi. Ketiga, bagi yang sudah mengejar target yang lebih tinggi (internasional) harus mengulangi prosesnya di tingkat nasional karena belum cukup diakui. Beberapa permasalahan terkait akreditasi perguruan tinggi tersebut mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggulirkan perubahan kebijakan dalam akreditasi prodi dan perguruan tinggi.

Pengawasan dan Penjaminan Mutu

Dengan adanya perubahan kebijakan dalam akreditasi yang memudahkan prodi dan perguruan tinggi tidak membuat Pemerintah terlena. Pemerintah, menurut Mendikbud, akan tetap melakukan monitoring. Jika Kemendikbud mendapatkan pengaduan dari masyarakat yang disertai dengan bukti konkret, maka dapat dilakukan akreditasi ulang. Misalnya jika didapati jumlah mahasiswa yang mendaftar dan lulus dari perguruan tinggi atau prodi tersebut menurun secara tajam selama lima tahun berturut-turut. Ataupun daftar pengangguran dari lulusan prodi tersebut meningkat secara drastis, maka Kemendikbud berhak melakukan permintaan akreditasi ulang kepada perguruan tinggi tersebut. (*)

 

 

Sumber : https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/01/luncurkan-kampus-merdeka-mendikbud-sekarang-akreditasi-sifatnya-sukarela

Page 1 of 2

Fatek Unmus